- Mata normal berarti mata tersebut mampu melihat dengan jelas, seperti benda aslinya, baiak untuk benda yang dekat (25 cm / punctum proximum) maupun benda jauh (tak hingga / punctum remotum)
- Mata yang masih normal memiliki lensa mata yang mampu menebal dan menipis sesuai letak benda yang diamati. Ketika benda yang diamati dekat, maka lensa mata menebal atau jarak fokusnya pendek. Dan, ketika melihat benda jauh, lensa mata menipis atau jarak fokus lensa panjang. Kemampuan lensa mata yang seperti itu disebut Akomodasi.
- Jadi, mata normal memiliki titik dekat (punctum proximum) = 25 cm, dan memiliki titik jauh (punctim remotum) = tak hingga
2) Cacat Mata
a) Mata rabun jauh (myopi).
- Mata myopi memiliki titik jauh kurang dari tak hingga, atau dengan kata lain titik jauhnya hanya beberapa meter dari mata. Msalnya, 2 meter, 3 meter atau 1 meter. Mata tidak mampu mengakmodasi benda-benda jauh karen jarak fokus lensa mata terlalu pendek, atau lensa matanya dalam kondisi tebal. Akibatnya jika ada benda jauh jatuh ke lensa mata bayangan akan jatuh di depan retina.
- Agar dapat melihat jauh, maka mata perlu dibantu dengan kacamata divergen atau negatif yang bersifat menyebarkan sinar.
- Oleh lensa kacamata negatif, benda yang jauh dibentuk bayangan (maya) di titik jauh mata. Misalnya, seseorang paling jauh dapat melihat dengan jelas pada jarak 2 meter (= 200 cm). Agar dapat melihat jauh (tak hingga) diperlukan kacamata, sehingga oleh kacamata tersebut, benda yang jauh (tak hingga) dibentuk bayangan di 200 cm
- Untuk menentukan ukuran kacamata yang diperlukan (kuat lensa)
- Mata rabun dekat adalah mata yang tidak mampu melihat benda dekat secara normal (25 cm)
- Titik dekatnya lebih dari 25 cm, misalnya : 50 cm 60 cmatau 70 cm dan seterusnya.
- Rabun dekat disebabkan jarak fokus lensa mata terlalu panjang, sehingga gagal mengakomodasi benda-benda yang dekat (25 cm). Pada saat melihat benda dekat, seharusnya lensa matanya menebal (berakomodasi maksimum) tetapi kemampuan berkamodasinya masih lebih dari 25 cm.
- Akibatnya bayangan jatuh di belakang retina.
- Agar dapat melihat secara normal, mata dibantu dengan lensa kacamata positip (konvergen)
- Oleh kacamata benda yang letaknya dekat (25 cm) dibentuk bayangan (maya) di titik dekat mata hypermetropi
- Kuat lensa kacamata yang digunakan dihitung dengan rumus
- Mata tua adalah jenis cacat mata yang mengalami dua rabun sekaligus, yaitu rabun jauh dan rabun dekat
- Disebabkan kemampuan mata berakmodasi berkurang, sehingga ketika melihat benda jauh bayangan jatuh di depan retina, dan ketika mengamati benda dekat bayangan jatuh di belakang retina
- Titik jauhnya kurang dari tak hingga dan titik dekatnya lebih dari 25 cm
- harus dibantu dengan kcamata bi-vokal, yaitu kacamata negatif dan positif sekaligus.
- Secara normal lensa mata adalah berbentuk belahan bola, sedangkan mata astigmatisma memiliki lensa mata yang merupakan belajahn silinder.
- Mata dengan lensa mata silinder titik fokusnya berupa garis
- Akibatnya bayangan yang dibentuk oleh lensa mata tidak terfokus pada satu tetapi pada garis tertentu. Hal ini menjadi kesulitan ketika harus mengamati tulisan atau benda bergaris





Tidak ada komentar:
Posting Komentar